Tampilkan postingan dengan label INFO. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label INFO. Tampilkan semua postingan
Kisah 4 Orang Istri
14.41 | Diposting oleh
M
Dahulu kala, ada seorang pedagang kaya yang mempunyai 4 isteri.
Dia mencintai isteri ke-4 dan menganugerahinya harta dan kesenangan, sebab ia yang tercantik di antara semua isterinya.
Pria ini juga mencintai isterinya yang ke-3. ia sangat bangga dengan sang isteri dan selalu berusaha untuk memperkenalkan wanita cantik ini kepada semua temannya. Namun ia juga selalu khawatir takut isterinya ini lari dengan pria lain.
Begitu juga dengan isteri ke-2. Sang pedagang sangat menyukainya karena ia isteri yang sabar dan penuh pengertian. Ketika pedagang mendapat masalah, ia selalu minta pertimbangan isteri ke-2-nya ini, yang selalu menolong dan mendampingi sang suami melewati masa-masa sukarnya.
Sama halnya dengan isteri pertama. Ia adalah pasangan yang sangat setia dan selalu membawa kebaikan bagi kehidupan keluarganya. Wanita ini yang merawat dan mengatur semua kekayaan dan bisnis sang suami. Akan tetapi, sang pedagang kurang mencintainya meski isteri pertama ini begitu sayang kepadanya.
Suatu hari si pedagang sakit dan menyadari bahwa ia akan meninggal dunia.
Ia meresapi semua kehidupan indahnya dan berkata dalam hati,
“Ketika ini aku punya 4 isteri. Namun ketika aku meninggal, aku akan sendiri. Betapa menyedihkan.”
Lalu pedagang itu memanggil semua isterinya dan bertanya pada isteri ke-4-nya.
“Engkaulah yang paling kucintai, kuberikan kau gaun dan perhiasan indah. Nah, sekarang aku akan mati. Maukah kamu mendampingi dan menemaniku?”
Ia terdiam….
“tentu saja tidak!” Jawab isteri ke-4 dan pergi begitu saja tanpa berkata apa2 lagi.
Jawaban ini sangat menyakitkan hati. Seakan-akan ada pisau terhunus dan mengiris-iris hatinya. Pedagang itu sedih lalu bertanya pada isteri ke-3.
“Aku pun mencintaimu sepenuh hati dan saat ini hidupku akan berakhir. Maukah kau ikut denganku dan menemani akhir hayatku?”
Isterinya menjawab, “hidup begitu indah di sini, Aku akan menikah lagi jika kau mati”.
Bagai disambar petir di siang bolong, sang pedagang sangat terpukul dengan jawaban tsb. Badannya terasa demam. Kemudian ia memanggil isteri ke-2.
“Aku selalu berpaling kepadamu setiap kali aku mendapat masalah dan kau selalu membantuku sepenuh hati. Kini aku memerlukan sekali bantuanmu. Kalau aku mati, maukah engkau mendampingiku?”
Jawab sang isteri,
“Maafkan aku kali ini aku tak dapat menolongmu. Aku hanya dapat menghantarmu hingga ke liang kubur. Nanti akan kubuatkan makam yang indah untukmu.”
Pedagang ini merasa putus asa. Dalam keadaan kecewa itu, tiba-tiba terdengar suara,
“Aku akan tinggal bersamamu dan menemanimu kemana pun kau pergi. Aku tak akan meninggalkanmu, aku akan setia bersamamu.”
Pria itu lalu menoleh ke samping, dan mendapati isteri pertamanya di sana. Ia tampak begitu kurus. Badannya seperti orang kelaparan. Merasa menyesal, sang pedagang lalu bergumam,
“Kalau saja aku dapat merawatmu lebih baik saat aku mampu, tak akan kubiarkan engkau kurus seperti ini, isteriku.”
***
HIDUP KITA DIWARNAI 4 ISTERI
Sesungguhnya, kita punya 4 isteri dalam hidup ini.
Isteri ke-4 adalah TUBUH kita.
Seberapa banyak waktu dan biaya yang kita keluarkan untuk tubuh kita supaya tampak indah dan gagah. Semua ini akan hilang dalam suatu batas waktu dan ruang. Tak ada keindahan dan kegagahan yang tersisa saat kita menghadap kepada-Nya.
Isteri ke-3, STATUS SOSIAL DAN KEKAYAAN.
Saat kita meninggal, semuanya akan pergi kepada yang lain. Mereka akan berpindah danmelupakan kita yang pernah memilikinya. Sebesar apapun kedudukan kita dalam masyarakat dan sebanyak apapun harta kita, semua itu akan berpindah tangan dalam waktu sekejap ketika kita tiada.
Sedangkan isteri ke-2, yakni KERABAT DAN TEMAN.
Seberapa pun dekat hubungan kita dengan mereka, kita tak akan dapat terus bersama mereka. Hanya sampai liang kuburlah mereka menemani kita.
Dan sesungguhnya isteri pertama kita adalah JIWA DAN AMAL KITA.
Sebenarnya hanya jiwa dan amal kita sajalah yang mampu untuk terus setia mendampingi kemana pun kita melangkah. Hanya amal-lah yang mampu menolong kita di akhirat kelak.
Jadi, selagi mampu, perlakukanlah jiwa kita dengan bijak serta jangan dan leka malu untuk berbuat amal, memberikan pertolongan kepada sesama yang memerlukan. Betapa pun kecilnya bantuan kita, pemberian kita menjadi sangat bererti bagi mereka yang memerlukannya.
Mari kita belajar memperlakukan jiwa dan amal kita dengan bijak
Sumber : KASKUS
Dia mencintai isteri ke-4 dan menganugerahinya harta dan kesenangan, sebab ia yang tercantik di antara semua isterinya.
Pria ini juga mencintai isterinya yang ke-3. ia sangat bangga dengan sang isteri dan selalu berusaha untuk memperkenalkan wanita cantik ini kepada semua temannya. Namun ia juga selalu khawatir takut isterinya ini lari dengan pria lain.
Begitu juga dengan isteri ke-2. Sang pedagang sangat menyukainya karena ia isteri yang sabar dan penuh pengertian. Ketika pedagang mendapat masalah, ia selalu minta pertimbangan isteri ke-2-nya ini, yang selalu menolong dan mendampingi sang suami melewati masa-masa sukarnya.
Sama halnya dengan isteri pertama. Ia adalah pasangan yang sangat setia dan selalu membawa kebaikan bagi kehidupan keluarganya. Wanita ini yang merawat dan mengatur semua kekayaan dan bisnis sang suami. Akan tetapi, sang pedagang kurang mencintainya meski isteri pertama ini begitu sayang kepadanya.
Suatu hari si pedagang sakit dan menyadari bahwa ia akan meninggal dunia.
Ia meresapi semua kehidupan indahnya dan berkata dalam hati,
“Ketika ini aku punya 4 isteri. Namun ketika aku meninggal, aku akan sendiri. Betapa menyedihkan.”
Lalu pedagang itu memanggil semua isterinya dan bertanya pada isteri ke-4-nya.
“Engkaulah yang paling kucintai, kuberikan kau gaun dan perhiasan indah. Nah, sekarang aku akan mati. Maukah kamu mendampingi dan menemaniku?”
Ia terdiam….
“tentu saja tidak!” Jawab isteri ke-4 dan pergi begitu saja tanpa berkata apa2 lagi.
Jawaban ini sangat menyakitkan hati. Seakan-akan ada pisau terhunus dan mengiris-iris hatinya. Pedagang itu sedih lalu bertanya pada isteri ke-3.
“Aku pun mencintaimu sepenuh hati dan saat ini hidupku akan berakhir. Maukah kau ikut denganku dan menemani akhir hayatku?”
Isterinya menjawab, “hidup begitu indah di sini, Aku akan menikah lagi jika kau mati”.
Bagai disambar petir di siang bolong, sang pedagang sangat terpukul dengan jawaban tsb. Badannya terasa demam. Kemudian ia memanggil isteri ke-2.
“Aku selalu berpaling kepadamu setiap kali aku mendapat masalah dan kau selalu membantuku sepenuh hati. Kini aku memerlukan sekali bantuanmu. Kalau aku mati, maukah engkau mendampingiku?”
Jawab sang isteri,
“Maafkan aku kali ini aku tak dapat menolongmu. Aku hanya dapat menghantarmu hingga ke liang kubur. Nanti akan kubuatkan makam yang indah untukmu.”
Pedagang ini merasa putus asa. Dalam keadaan kecewa itu, tiba-tiba terdengar suara,
“Aku akan tinggal bersamamu dan menemanimu kemana pun kau pergi. Aku tak akan meninggalkanmu, aku akan setia bersamamu.”
Pria itu lalu menoleh ke samping, dan mendapati isteri pertamanya di sana. Ia tampak begitu kurus. Badannya seperti orang kelaparan. Merasa menyesal, sang pedagang lalu bergumam,
“Kalau saja aku dapat merawatmu lebih baik saat aku mampu, tak akan kubiarkan engkau kurus seperti ini, isteriku.”
***
HIDUP KITA DIWARNAI 4 ISTERI
Sesungguhnya, kita punya 4 isteri dalam hidup ini.
Isteri ke-4 adalah TUBUH kita.
Seberapa banyak waktu dan biaya yang kita keluarkan untuk tubuh kita supaya tampak indah dan gagah. Semua ini akan hilang dalam suatu batas waktu dan ruang. Tak ada keindahan dan kegagahan yang tersisa saat kita menghadap kepada-Nya.
Isteri ke-3, STATUS SOSIAL DAN KEKAYAAN.
Saat kita meninggal, semuanya akan pergi kepada yang lain. Mereka akan berpindah danmelupakan kita yang pernah memilikinya. Sebesar apapun kedudukan kita dalam masyarakat dan sebanyak apapun harta kita, semua itu akan berpindah tangan dalam waktu sekejap ketika kita tiada.
Sedangkan isteri ke-2, yakni KERABAT DAN TEMAN.
Seberapa pun dekat hubungan kita dengan mereka, kita tak akan dapat terus bersama mereka. Hanya sampai liang kuburlah mereka menemani kita.
Dan sesungguhnya isteri pertama kita adalah JIWA DAN AMAL KITA.
Sebenarnya hanya jiwa dan amal kita sajalah yang mampu untuk terus setia mendampingi kemana pun kita melangkah. Hanya amal-lah yang mampu menolong kita di akhirat kelak.
Jadi, selagi mampu, perlakukanlah jiwa kita dengan bijak serta jangan dan leka malu untuk berbuat amal, memberikan pertolongan kepada sesama yang memerlukan. Betapa pun kecilnya bantuan kita, pemberian kita menjadi sangat bererti bagi mereka yang memerlukannya.
Mari kita belajar memperlakukan jiwa dan amal kita dengan bijak
Sumber : KASKUS
Label:
INFO
|
0
komentar
Kisah Ibu Pembohong
06.39 | Diposting oleh
M
Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita percaya bahwa kebohongan akan membuat manusia terpuruk dalam penderitaan yang mendalam, tetapi kisah ini justru sebaliknya. Dengan adanya kebohongan , makna sesungguhnya dari kebohongan justru dapat membuka mata kita dan terbebas dari penderitaan, ibarat sebuah energi yang mampu mendorong mekarnya sekuntum bunga yang paling indah di dunia.Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir sebagai seorang anak laki-laki di sebuah keluarga yang miskin.untuk makan saja, seringkali kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan porsi nasinya untukku. Sambil memindahkan nasi ke mangkukku, ibu berkata “Makanlah nak, aku tidak lapar”
Ketika saya mulai tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering meluangkan waktu senggangnya untuk pergi memancing di kolam dekat rumah, ibu berharap dari ikan hasil pancingan, ia bisa memberikan sedikit makanan bergizi untuk pertumbuhan aku dan kakak-kakakku.
Sepulang memancing, ibu memasak sup ikan yang segar dan mengundang selera. Sewaktu aku memakan sup ikan itu, ibu duduk disamping aku dan memakan sisa daging ikan yang masih menempel di tulang yang merupakan bekas sisa tulang ikan yang aku makan. Aku melihat ibu seperti itu, hati juga tersentuh, lalu menggunakan sendokku dan memberikannya kepada ibuku. Tetapi ibu dengan cepat menolaknya, ia berkata “Makanlah nak, aku tidak suka makan ikan”
Sekarang aku sudah masuk SMA, demi membiayai sekolah abang dan kakakku,ibu pergi ke koperasi untuk membawa sejumlah kotak korek api untuk ditempel, dan hasil tempelannya itu membuahkan sedikit uang untuk menutupi kebutuhan hidup.
Dikala musim dingin tiba, aku bangun dari tempat tidurku, melihat ibu masih bertumpu pada lilin kecil dan dengan gigihnya melanjutkan pekerjaannya menempel kotak korek api. Aku berkata “Ibu, tidurlah, sudah malam, besok pagi ibu masih harus bekerja.” Ibu tersenyum dan berkata “Cepatlah tidur nak, aku tidak ngantuk”
Ketika ujian tiba, ibu meminta cuti kerja supaya dapat menemaniku pergi ujian. Ketika hari sudah siang, terik matahari mulai menyengat, ibu yang tegar dan gigih menunggu aku di bawah sinar terik matahari selama berjam-jam. Ketika bunyi lonceng berbunyi, menandakan ujian sudah selesai.
Ibu dengan segera menyambutku dan menuangkan teh yang sudah disiapkan dalam botol yang dingin untukku. Teh yang begitu kental tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang yang jauh lebih kental. Melihat ibu yang dibanjiri peluh, aku segera memberikan gelasku untuk ibu sambil menyuruhnya minum. Tetapi Ibu berkata “Minumlah nak, aku tidak haus!”
Setelah kepergian ayah karena sakit, ibu yang malang harus merangkap sebagai ayah dan ibu. Dengan berpegang pada pekerjaan dia yang dulu, ia harus membiayai kebutuhan hidup sendiri. Kehidupan keluarga kita pun semakin susah dan susah.Tiada hari tanpa penderitaan. Melihat kondisi keluarga yang semakin parah, ada seorang paman yang baik hati yang tinggal di dekat rumahku membantu ibuku baik masalah besar maupun masalah
kecil.
Tetangga yang ada di sebelah rumah melihat kehidupan kita yang begitu sengsara, seringkali menasehati ibuku untuk menikah lagi. Tetapi ibu tetap tidak mengindahkan nasehat mereka, ibu berkata “Saya tidak butuh cinta”
Setelah aku, kakakku dan abangku semuanya sudah tamat dari sekolah dan bekerja, ibu yang sudah tua sudah waktunya pensiun.
Tetapi ibu tetap bekerja keras, ia rela untuk pergi ke pasar setiap pagi untuk jualan sedikit sayur untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kakakku dan abangku yang bekerja di luar kota sering mengirimkan sedikit uang untuk membantu memenuhi kebutuhan ibu, tetapi ibu tetap tidak mau menerima uang tersebut. Malahan mengirim balik uang tersebut dan berkata “Saya ada uang”
Ketika aku ingin tinggal bersama ibuku
Setelah lulus dari S1, aku pun melanjutkan studi ke S2 dan kemudian memperoleh gelar master di sebuah universitas ternama di Amerika berkat sebuah beasiswa dari sebuah perusahaan. Akhirnya aku pun bekerja di perusahaan itu. Dengan gaji yang lumayan tinggi, aku bermaksud membawa ibuku untuk menikmati hidup di Amerika. Tetapi ibu yang baik hati, bermaksud tidak mau merepotkan anaknya, beliau berkata kepadaku “Aku tidak terbiasa”
Setelah memasuki usianya yang tua, ibu terkena penyakit kanker usus karena kekurangan gizi dan makanan, ia harus dirawat di rumah sakit, aku yang berada jauh di seberang samudra atlantik langsung segera pulang untuk menjenguk ibunda tercinta.Aku melihat ibu yang terbaring lemah di ranjangnya setelah menjalani operasi.Ibu yang keliatan sangat tua, menatap aku dengan penuh kerinduan yang sangat mendalam. Walaupun senyum yang tersebar di wajahnya terkesan kaku karena sakit yang ditahannya. Terlihat dengan jelas betapa penyakit itu menjamahi tubuh ibuku sehingga ibuku terlihat sangat lemah dan kurus kering.
Aku menatap ibuku sambil berlinang air mata. Hatiku perih, sakit sekali melihat ibuku dalam kondisi seperti ini. Tetapi ibu dengan tegarnya berkata “jangan menangis anakku, Aku tidak kesakitan”
Setelah mengucapkan kebohongannya yang kedelapan, ibuku tercinta menutup matanya dan menghembuskan nafas untuk yang terakhir kalinya.
Dari cerita di atas, mungkin kita ingin sekali mengucapkan ” Terima kasih ibu ! ” Coba pikirkanlah, Sudah berapa lamakah kita tidak menghabiskan waktu kita untuk berbincang dengan ayah ibu kita? kita selalu mempunyai beribu-ribu alasan untuk meninggalkan ayah ibu kita yang kesepian. Kita selalu lupa akan ayah dan ibu yang ada di rumah.
Jika dibandingkan dengan pacar , kita pasti lebih peduli dengan pacar. Buktinya, kita selalu cemas akan kabar pacar , cemas apakah dia sudah makan atau belum, cemas apakah dia bahagia bila di samping kita. Namun, apakah kita semua pernah mencemaskan kabar dari orang tua kita? Cemas apakah ibu dan ayah kita sudah makan atau belum? Cemas apakah mereka sudah bahagia atau belum? Apakah ini benar? Kalau ya, coba kita renungkan kembali… Di waktu kita masih mempunyai kesempatan untuk membalas budi kebaikan orang tua kita, lakukanlah yang terbaik. Jangan sampai ada kata “MENYESAL” di kemudian hari , dimana mereka telah pergi meninggalkan kita.
Sumber : KASKUS
Label:
INFO
|
0
komentar
Kata yang tidak bisa diucapkan oleh seorang ayah
19.37 | Diposting oleh
M
Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya kan sering merasa kangen sekali dengan mamanya.. Lalu bagaimana dengan papa?Mungkin karena mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata papa-lah yang mengingatkan mama untuk menelponmu?
Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang papa bekerja dan dengan wajah lelah papa selalu menanyakan pada mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?
Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil......
Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda.
Dan setelah papa mengganggapmu bisa, papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu... Kemudian mama bilang : ""jangan dulu papa, jangan dilepas dulu roda bantunya"" , mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka....
Tapi sadarkah kamu?
Bahwa papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya pasti bisa
Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, mama menatapmu iba.
Tetapi papa akan mengatakan dengan tegas : ""boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang""
Tahukah kamu, papa melakukan itu karena papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?
Saat kamu sakit pilek, papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata : ""sudah di bilang! Kamu jangan minum air dingin!"".
Berbeda dengan mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.
Ketahuilah, saat itu papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.
Ketika kamu sudah beranjak remaja.... Kamu mulai menuntut pada papa untuk dapat izin keluar malam, dan papa bersikap tegas dan mengatakan: ""tidak boleh!"".
Tahukah kamu, bahwa papa melakukan itu untuk menjagamu?
Karena bagi papa, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa berharga.. Setelah itu kamu marah pada papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu... Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah mama....
Tahukah kamu, bahwa saat itu papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya,
bahwa papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, tapi lagi-lagi dia harus menjagamu!
Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, papa akan memasang wajah paling cool sedunia.... Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..
Sadarkah kamu, kalau hati papa merasa cemburu?
Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya. Maka yang dilakukan papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir... Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut - larut... Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati papa akan mengeras dan papa memarahimu..
Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti papa akan segera datang?
""bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan papa""
Setelah lulus SMA, papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang dokter atau insinyur.
Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan papa itu semata – mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti... Tapi toh papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai
dengan keinginan papa
ketika kamu menjadi gadis dewasa.... Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain... Papa harus melepasmu di bandara.
Tahukah kamu bahwa badan papa terasa kaku untuk memelukmu?
Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. . Padahal papa ingin sekali menangis seperti mama dan memelukmu erat-erat. Yang papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata ""jaga dirimu baik-baik ya sayang"".
Papa melakukan itu semua agar kamu kuat....kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.
Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah papa. Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.
Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan... Kata-kata yang keluar dari mulut papa adalah : ""tidak.... Tidak bisa!"
padahal dalam batin papa, ia sangat ingin mengatakan ""iya sayang, nanti papa belikan untukmu"
Tahukah kamu bahwa pada saat itu papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?
Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana. Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu. Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat ""putri kecilnya yang
tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang""
Sampai saat seorang teman lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada papa untuk mengambilmu darinya. Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin.. Karena papa tahu..... Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.
Dan akhirnya....
Saat papa melihatmu duduk di panggung pelaminan bersama seseorang lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, papa pun tersenyum bahagia apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?
Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian papa berdoa.... Dalam lirih doanyakepada tuhan, papa berkata: ""ya tuhan tugasku telah selesai dengan baik.... Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik.... Bahagiakanlah ia bersama suaminya...""
Setelah itu papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk... Dengan rambut yang telah dan semakin memutih.... Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya.... Papa telah menyelesaikan tugasnya....
Papa, ayah, bapak, atau abah kita... Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat... Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis... Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .
Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa "kamu bisa" dalam segala hal..
Sumber : KASKUS
Label:
INFO
|
0
komentar
Peta Dunia kalau Dibalik Terbentuk Tulisan Allah SWT dan Nabi Muhamaad SAW
18.06 | Diposting oleh
M
Ternyata peta dunia kalau di balik terbentuk tulisan allah swt dan nabi muhamaad saw, bagi yang belum tahu.
“Dan demikianlah Kami perlihatkan kepada Ibrahim tanda-tanda keagungan di langit dan bumi dan agar dia termasuk orang yang yakin.”
Qs.6 An’aam:75

Sumber : divainglasses
Label:
INFO
|
0
komentar
Mengapa kalian Marah ketika Al-Qur'an di Bakar ???
17.32 | Diposting oleh
M
Pembatalan pembakaran Al-Quran hanya omong kosong belaka. Faktanya, dua pendeta justru melakukannya. Yang melakukan bukan Pendeta Terry Jones, tapi kedua pengikutnya. Pendeta Bob Old bersumpah melaksanakan aksinya membakar Al-Quran. Bersama Pendeta Danny Allen, Old melakukan aksinya di hadapan sekelompok orang yang sebagiannya merupakan awak media, Sabtu (11/9) lalu, sama persis pada hari yang dideklarasikan Terry Jones.
Kedua pendeta itu menyiram dua buah mushaf dan sebuah teks Islam lainnya dengan cairan pembakar, lalu menyulutnya dengan api. Mereka menyaksikan bersama-sama kitab suci umat Islam itu menjadi abu. Aksi dua pendeta itu dilakukan di pekarangan belakang kediaman Old. Mereka mengatakan aksinya merupakan pesan dari Tuhan. Old mengatakan gereja telah mengecewakan banyak orang karena tidak mendukung aksinya. “Saya yakin bahwa sebagai negara kita berada dalam bahaya,” ujarnya sebagaimana dikutip media online Tennessean (12/10).
“Ini adalah buku berisi kebencian, bukan cinta,” katanya sambil memegang Al-Quran sebelum kemudian membakarnya. “Ini adalah kitab palsu, Muhammad adalah nabi palsu dan itu merupakan wahyu palsu,” tambahnya. Kedua pendeta itu lantas melakukan apa yang disebutnya sebagai “demonstrasi damai” dengan sedikit gegap gempita. Delapan orang wartawan ikut menyaksikan aksi kedua rohaniwan gereja itu.
“Anjing!” rutuk saya sesaat setelah membaca berita itu, “Ini gila! Kita harus perang! Terkutuklah mereka!” Umpatan-umpatan dan caci-maki saya keluar tanpa kontrol.
“Setan!” teriak saya sekali lagi.
Tiba-tiba Tuan Setan muncul di hadapan saya! Wajahnya penuh kemarahan. “Bakarlah Al-Quranmu!” kata Tuan Setan tiba-tiba.
Jelas saya berang mendengar ucapannya. Emosi saya naik pitam. Dada saya turun naik. Dan seketika kutuk dan serapah membrudal dari mulut saya. “Percuma selama ini aku mulai menaruh rasa simpati kepadamu! Kau ternyata memang pantas dilaknat dan dimusuhi!
Terkutuklah kau!”
“Bakarlah Al-Quranmu!” katanya sekali lagi, dengan nada yang lebih tegas. Matanya nyalang. Gigi-giginya gemertak. Lalu telunjuknya mengarah tepat ke wajah saya. “Bakar!” ia berteriak, “Bakarlah kalau memang selama ini ia hanya menjadi kertas, bakarlah! Bakarlah!”
Napas saya turun naik, mata saya memerah, tangan saya mengepal. “Terkutuklah kau!” teriak saya.
“Mana Al-Quranmu!?” bentak Tuan Setan.
Tiba-tiba saya tersentak. Tiba-tiba saya merasa harus menemukan Al-Quran milik saya yang entah saya simpan di mana, sementara Tuan Setan terus menerus berteriak “Bakar! Bakarlah Al-Quranmu!” Saya terus mencari. Di manakah saya menyimpan Al-Quran saya? Saya membongkar isi lemari, mengeluarkan buku-buku, berkas-berkas, tumpukan kliping koran, dan kertas-kertas apa saja dari dalam lemari. Di manakah Al-Quran saya? Saya mulai resah mencari di mana Al-Quran saya. Saya ke ruang tamu, ke ruang tengah, ke dapur, ke seluruh penjuru rumah. Saya memeriksa ke belakang lemari, ke sela-sela tumpukan kaset dan CD-CD, ke mana-mana. Tetapi, saya tak menemukan Al-Quran saya! Di manakah saya menyimpan Al-Quran saya?
“Bakarlah Al-Quranmu!” sementara Tuan Setan terus-menerus berteriak, “Bakar!”
Saya mulai panik dan resah, kemarahan saya mulai pudar, ternyata saya tak bisa menemukan Al-Quran saya sendiri.
“Bakarlah Al-Quranmu kalau itu hanya menjadi kertas usang yang kausia-siakan!” kata Tuan Setan tiba-tiba.
Dada saya berguncang hebat. Pelan-pelan tapi pasti saya mulai menangis—tetapi saya belum menyerah untuk terus mencari Al-Quran saya. Di mana Al-Quran saya? Ada sebuah buku tebal berwarna hijau di atas lemari tua di kamar belakang, saya kira itulah Al-Quran saya, setelah saya ambil ternyata bukan: Life of Mao. Saya kecewa. Saya terus mencari sambil diam-diam air mata saya mulai meluncur di tebing pipi.
“Bakarlah Al-Quranmu!” suara Tuan Setan kembali memenuhi ruang kesadaran saya. Tetapi kini saya tak bisa marah lagi, ada perasaan sedih dan kecewa mengaduk-aduk dada saya. Ada sesak yang tertahan, semantara isak tangis tak sanggup saya tahan. Akhirnya saya menyerah. Saya tak menemukan Al-Quran saya di mana-mana di setiap sudut rumah saya!
Kemudian Tuan Setan tersenyum menang, ia menyeringai dan menatap saya dengan sinis. “Jadi, kenapa kau mesti marah saat ada orang yang membakar dan menginjak-injak Al-Quran?” kemudian ia tertawa. “Lucu! Ini lucu! Mengapa kau mesti marah sedangkan kau sendiri tak memperdulikannya selama ini?”
Saya terus menangis. Dada saya berguncang. Tuan Setan tertawa. “Jadi, mengapa kau mesti mengutuk mereka yang menyia-nyiakan dan merendahkan Al-Quran sementara kau sendiri melakukannya diam-diam?” katanya sekali lagi. Ada perih yang mengaliri dada saya, mendesir gamang ke seluruh persendian saya.
Tiba-tiba saya ingat sebuah tempat: gudang belakang rumah. Barangkali Al-Quran saya ada di situ! Saya bergegas bangkit dari tubuh saya yang tersungkur, saya berlari menuju gudang belakang, membuka pintunya, lalu menyaksikan tumpukan barang-barang bekas yang usang dan berdebu. Sebuah kotak tersimpan di sudut ruang gudang, saya segera ingat di situlah saya menaruh buku-buku bekas yang sudah tua dan tak terbaca. Seketika saya hamburkan isi kotak itu, membersihkannya dari debu, dan akhirnya… saya mendapatkannya: Al-Quran saya!
Saya menatap Al-Quran saya dengan tatap mata rasa bersalah. Saya mengusap-usapnya, meniupnya, membersihkannya dari debu yang melekat di mushaf tua itu. Kemudian Saya mendekapnya erat-erat—mengingat masa kecil saya belajar mengeja huruf hijaiyyah, menghafal surat Al-Fatihah… “Astagfirullahaladzhim…” tiba-tiba dada saya bergemuruh, air mata saya menderas.
Tuan Setan tertawa lepas. “Bakar saja Al-Quranmu!” katanya sekali lagi, “Bukankah ia tak berguna lagi bagimu?” nada bicaranya mengejek.
Saya masih mendekap Al-Quran saya, tergugu dengan dada seolah tersayat sembilu.
“Jika pendeta yang membakar Al-Quran itu mengatakan bahwa Al-Quran adalah buku yang penuh kebencian, bukankah mereka hanya menilainya dari perilaku yang kalian tunjukkan? Bila mereka mengira Al-Quran hanyalah kitab omong kosong dan Muhammad yang membawanya hanya nabi palsu yang berbohong tentang firman, bukankah itu karena kau—kalian semua—tak pernah sanggup menunjukkan keagungan dan keindahannya? Kau, kalian semua, harus menjelaskannya!
“Jangankan menunjukkan keindahan dan keagungan Al-Quran, membacanya pun kau tak! Jangankan menaklukkan musuh Tuhan sementara menaklukkan dirimu sendiri pun kau tak sanggup! Apa sih maumu? Al-Quran tak pernah mengajarkan permusuhan dan kebencian, Al-Quran tak pernah mengajarkan hal-hal yang buruk, lalu kenapa kau terus-menerus melakukannya? Al-Quran selalu mengajarimu kebaikan, mengapa kau tak pernah mau mengikutinya? Heh, ya, aku baru ingat, jangankan mengikuti petunjuknya, memahami dan membacanya pun kau tak! Lalu kenapa kau harus marah ketika Al-Quran dibakar? Mengapa kau tak memarahi dirimu sendiri saat kau menyia-nyiakan Al-Quranmu?"
"Ini bukan semata-mata soal pendeta yang membakar Al-Quran, ini bukan semata-mata soal pelecehan terhadap institusi agamamu, ini bukan semata-mata soal permulaan dari sebuah peperangan antar-agama, ini semua tentang kau yang selama ini menyia-nyiakan Al-Quran, tentang kau yang secara laten dan sistematis menyiapkan api dan bensin dari perilaku burukmu untuk menunggu Al-Quran dibakar lidah waktu yang meminjam tangan orang-orang yang membenci agamamu! Mereka tak akan berani membakar Al-Quran, kitab sucimu itu, kalau saja selama ini kau sanggup menunjukkan nilai-nilai agung yang dibawa Nabimu, nilai-nilai kebaikan yang termaktub dalam teks suci kitab yang difirmankan Tuhanmu! Maka bila kau tak sanggup menggemakan Quran amanat nabimu ke segala penjuru, tak sanggup menerima cahayanya dengan hatimu, bakarlah Al-Quranmu! ”
Lalu seketika terbayang, Al-Quran yang teronggok sia-sia di rak-rak buku tak terbaca, Al-Quran yang diletakkan di paling bawah tumpukkan buku-buku dan majalah, Al-Quran yang kesepian tak tersentuh di masjid dan langgar-langgar, Al-Quran yang tak terbaca dan (di)sia-sia(kan)!
Saya menangis; memanggil kembali hapalan yang entah hilang kemana, mengeja kembali satu-satu alif-ba-ta yang semakin asing dari kosakata hidup saya. Saya melacaknya dalam ingatan saya yang terlanjur dijejali kebohongan, kebebalan, penipuan, dan pengkhiatan-pengkhiantan. Di manakah Al-Quran dalam diri saya?
“Maka, bakarlah Al-Quran oleh tanganmu sendiri!” kata Tuan Setan, “Hentikan airmata sinetronmu, hentikan amarah palsumu, hentikan aksi solidaritas penuh kepentinganmu, hentikan rutuk-serapah politismu, sebab kenyataannya kau tak pernah mencintai Al-Quran! Bakarlah!”
Tuan Setan tertawa lepas.
“Maafkan…” suara saya tiba-tiba pecah menjelma tangis, “Maafkan…,” lalu saya bergegas pergi dengan Al-Quran yang kugamit di lengan kananku.
“Bakar saja Al-Quranmu!” teriak Tuan Setan yang kutinggalkan di gelap ruangan gudang. Lamat-lamat tawanya masih ku dengar di ujung jalan.
Saya mencari masjid, saya ke mal, saya ke pasar, saya ke terminal, saya ke sekolah, saya ke mana-mana… Saya ingin mencari mushaf-mushaf Al-Quran yang disia-siakan. Saya ingin membersihkannya dari debu dan mengajak sebanyak mungkin orang membacanya. Saya masih bergegas dengan langkah yang galau. Saya ingin mengabarkan keagungan dan keindahan Al-Quran, tapi bagaimana caranya?
Sedangkan saya sendiri tak memahaminya? Saya ingin menggaungkannya di mana-mana, tapi bagaimana caranya?
Saya terus bertanya-tanya bagaimana agar Al-Quran tak dibakar? Bagaimana agar Al-Quran tak terbakar? Bagaimana?
“Setan!” teriak saya sekali lagi.
Tiba-tiba Tuan Setan muncul di hadapan saya! Wajahnya penuh kemarahan. “Bakarlah Al-Quranmu!” kata Tuan Setan tiba-tiba.
Jelas saya berang mendengar ucapannya. Emosi saya naik pitam. Dada saya turun naik. Dan seketika kutuk dan serapah membrudal dari mulut saya. “Percuma selama ini aku mulai menaruh rasa simpati kepadamu! Kau ternyata memang pantas dilaknat dan dimusuhi!
Terkutuklah kau!”
“Bakarlah Al-Quranmu!” katanya sekali lagi, dengan nada yang lebih tegas. Matanya nyalang. Gigi-giginya gemertak. Lalu telunjuknya mengarah tepat ke wajah saya. “Bakar!” ia berteriak, “Bakarlah kalau memang selama ini ia hanya menjadi kertas, bakarlah! Bakarlah!”
Napas saya turun naik, mata saya memerah, tangan saya mengepal. “Terkutuklah kau!” teriak saya.
“Mana Al-Quranmu!?” bentak Tuan Setan.
Tiba-tiba saya tersentak. Tiba-tiba saya merasa harus menemukan Al-Quran milik saya yang entah saya simpan di mana, sementara Tuan Setan terus menerus berteriak “Bakar! Bakarlah Al-Quranmu!” Saya terus mencari. Di manakah saya menyimpan Al-Quran saya? Saya membongkar isi lemari, mengeluarkan buku-buku, berkas-berkas, tumpukan kliping koran, dan kertas-kertas apa saja dari dalam lemari. Di manakah Al-Quran saya? Saya mulai resah mencari di mana Al-Quran saya. Saya ke ruang tamu, ke ruang tengah, ke dapur, ke seluruh penjuru rumah. Saya memeriksa ke belakang lemari, ke sela-sela tumpukan kaset dan CD-CD, ke mana-mana. Tetapi, saya tak menemukan Al-Quran saya! Di manakah saya menyimpan Al-Quran saya?
“Bakarlah Al-Quranmu!” sementara Tuan Setan terus-menerus berteriak, “Bakar!”
Saya mulai panik dan resah, kemarahan saya mulai pudar, ternyata saya tak bisa menemukan Al-Quran saya sendiri.
“Bakarlah Al-Quranmu kalau itu hanya menjadi kertas usang yang kausia-siakan!” kata Tuan Setan tiba-tiba.
Dada saya berguncang hebat. Pelan-pelan tapi pasti saya mulai menangis—tetapi saya belum menyerah untuk terus mencari Al-Quran saya. Di mana Al-Quran saya? Ada sebuah buku tebal berwarna hijau di atas lemari tua di kamar belakang, saya kira itulah Al-Quran saya, setelah saya ambil ternyata bukan: Life of Mao. Saya kecewa. Saya terus mencari sambil diam-diam air mata saya mulai meluncur di tebing pipi.
“Bakarlah Al-Quranmu!” suara Tuan Setan kembali memenuhi ruang kesadaran saya. Tetapi kini saya tak bisa marah lagi, ada perasaan sedih dan kecewa mengaduk-aduk dada saya. Ada sesak yang tertahan, semantara isak tangis tak sanggup saya tahan. Akhirnya saya menyerah. Saya tak menemukan Al-Quran saya di mana-mana di setiap sudut rumah saya!
Kemudian Tuan Setan tersenyum menang, ia menyeringai dan menatap saya dengan sinis. “Jadi, kenapa kau mesti marah saat ada orang yang membakar dan menginjak-injak Al-Quran?” kemudian ia tertawa. “Lucu! Ini lucu! Mengapa kau mesti marah sedangkan kau sendiri tak memperdulikannya selama ini?”
Saya terus menangis. Dada saya berguncang. Tuan Setan tertawa. “Jadi, mengapa kau mesti mengutuk mereka yang menyia-nyiakan dan merendahkan Al-Quran sementara kau sendiri melakukannya diam-diam?” katanya sekali lagi. Ada perih yang mengaliri dada saya, mendesir gamang ke seluruh persendian saya.
Tiba-tiba saya ingat sebuah tempat: gudang belakang rumah. Barangkali Al-Quran saya ada di situ! Saya bergegas bangkit dari tubuh saya yang tersungkur, saya berlari menuju gudang belakang, membuka pintunya, lalu menyaksikan tumpukan barang-barang bekas yang usang dan berdebu. Sebuah kotak tersimpan di sudut ruang gudang, saya segera ingat di situlah saya menaruh buku-buku bekas yang sudah tua dan tak terbaca. Seketika saya hamburkan isi kotak itu, membersihkannya dari debu, dan akhirnya… saya mendapatkannya: Al-Quran saya!
Saya menatap Al-Quran saya dengan tatap mata rasa bersalah. Saya mengusap-usapnya, meniupnya, membersihkannya dari debu yang melekat di mushaf tua itu. Kemudian Saya mendekapnya erat-erat—mengingat masa kecil saya belajar mengeja huruf hijaiyyah, menghafal surat Al-Fatihah… “Astagfirullahaladzhim…” tiba-tiba dada saya bergemuruh, air mata saya menderas.
Tuan Setan tertawa lepas. “Bakar saja Al-Quranmu!” katanya sekali lagi, “Bukankah ia tak berguna lagi bagimu?” nada bicaranya mengejek.
Saya masih mendekap Al-Quran saya, tergugu dengan dada seolah tersayat sembilu.
“Jika pendeta yang membakar Al-Quran itu mengatakan bahwa Al-Quran adalah buku yang penuh kebencian, bukankah mereka hanya menilainya dari perilaku yang kalian tunjukkan? Bila mereka mengira Al-Quran hanyalah kitab omong kosong dan Muhammad yang membawanya hanya nabi palsu yang berbohong tentang firman, bukankah itu karena kau—kalian semua—tak pernah sanggup menunjukkan keagungan dan keindahannya? Kau, kalian semua, harus menjelaskannya!
“Jangankan menunjukkan keindahan dan keagungan Al-Quran, membacanya pun kau tak! Jangankan menaklukkan musuh Tuhan sementara menaklukkan dirimu sendiri pun kau tak sanggup! Apa sih maumu? Al-Quran tak pernah mengajarkan permusuhan dan kebencian, Al-Quran tak pernah mengajarkan hal-hal yang buruk, lalu kenapa kau terus-menerus melakukannya? Al-Quran selalu mengajarimu kebaikan, mengapa kau tak pernah mau mengikutinya? Heh, ya, aku baru ingat, jangankan mengikuti petunjuknya, memahami dan membacanya pun kau tak! Lalu kenapa kau harus marah ketika Al-Quran dibakar? Mengapa kau tak memarahi dirimu sendiri saat kau menyia-nyiakan Al-Quranmu?"
"Ini bukan semata-mata soal pendeta yang membakar Al-Quran, ini bukan semata-mata soal pelecehan terhadap institusi agamamu, ini bukan semata-mata soal permulaan dari sebuah peperangan antar-agama, ini semua tentang kau yang selama ini menyia-nyiakan Al-Quran, tentang kau yang secara laten dan sistematis menyiapkan api dan bensin dari perilaku burukmu untuk menunggu Al-Quran dibakar lidah waktu yang meminjam tangan orang-orang yang membenci agamamu! Mereka tak akan berani membakar Al-Quran, kitab sucimu itu, kalau saja selama ini kau sanggup menunjukkan nilai-nilai agung yang dibawa Nabimu, nilai-nilai kebaikan yang termaktub dalam teks suci kitab yang difirmankan Tuhanmu! Maka bila kau tak sanggup menggemakan Quran amanat nabimu ke segala penjuru, tak sanggup menerima cahayanya dengan hatimu, bakarlah Al-Quranmu! ”
Lalu seketika terbayang, Al-Quran yang teronggok sia-sia di rak-rak buku tak terbaca, Al-Quran yang diletakkan di paling bawah tumpukkan buku-buku dan majalah, Al-Quran yang kesepian tak tersentuh di masjid dan langgar-langgar, Al-Quran yang tak terbaca dan (di)sia-sia(kan)!
Saya menangis; memanggil kembali hapalan yang entah hilang kemana, mengeja kembali satu-satu alif-ba-ta yang semakin asing dari kosakata hidup saya. Saya melacaknya dalam ingatan saya yang terlanjur dijejali kebohongan, kebebalan, penipuan, dan pengkhiatan-pengkhiantan. Di manakah Al-Quran dalam diri saya?
“Maka, bakarlah Al-Quran oleh tanganmu sendiri!” kata Tuan Setan, “Hentikan airmata sinetronmu, hentikan amarah palsumu, hentikan aksi solidaritas penuh kepentinganmu, hentikan rutuk-serapah politismu, sebab kenyataannya kau tak pernah mencintai Al-Quran! Bakarlah!”
Tuan Setan tertawa lepas.
“Maafkan…” suara saya tiba-tiba pecah menjelma tangis, “Maafkan…,” lalu saya bergegas pergi dengan Al-Quran yang kugamit di lengan kananku.
“Bakar saja Al-Quranmu!” teriak Tuan Setan yang kutinggalkan di gelap ruangan gudang. Lamat-lamat tawanya masih ku dengar di ujung jalan.
Saya mencari masjid, saya ke mal, saya ke pasar, saya ke terminal, saya ke sekolah, saya ke mana-mana… Saya ingin mencari mushaf-mushaf Al-Quran yang disia-siakan. Saya ingin membersihkannya dari debu dan mengajak sebanyak mungkin orang membacanya. Saya masih bergegas dengan langkah yang galau. Saya ingin mengabarkan keagungan dan keindahan Al-Quran, tapi bagaimana caranya?
Sedangkan saya sendiri tak memahaminya? Saya ingin menggaungkannya di mana-mana, tapi bagaimana caranya?
Saya terus bertanya-tanya bagaimana agar Al-Quran tak dibakar? Bagaimana agar Al-Quran tak terbakar? Bagaimana?
Ya, Tuhan akukah insan yang bertanya-tanya?
Ataukah aku Mukmin yang sudah tahu jawabnya?
Kulihat tetes diriku dalam muntahan isi bumi
Aduhai, akan kemanakah kiranya aku bergulir
Di antara tumpukan maksiat yang kutimbun saat demi saat
Akankah kulihat sezarah saja kebaikan yang pernah kubuat?
Ya Tuhan, nafasku gemuruh, diburu firmanmu!
[KH. Mustafa Bisri, Tadarus]
Saya terus menangis dalam langkah-langkah gelisah yang bergegas, haruskan saya melawan semua ini dengan amarah dan kebencian? Ataukah saya harus menunjukkan kepada mereka semua yang membenci Al-Quran bahwa sungguh mereka telah keliru?
Haruskah saya kembali marah dan membakar kitab suci mereka di mana-mana, atau akan lebih baikkah jika saya jawab mereka dengan cinta dan kasih sayang—meneladani Muhammad dengan menunjukkan kepada mereka kebaikan cahaya Al-Quran karena sesungguhnya mereka hanya belum tahu!?
“Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Bacalah!” tiba-tiba suara Tuan Setan datang lagi, “Biarkanlah mereka membakar mushaf sebab Al-Quran bukanlah kertas yang bisa mereka bakar. Bacalah Al-Quran hingga suaranya terdengar oleh hatimu, bergema di seluruh ruang kesadaranmu, maka kau tak akan kecewa mendapati mushaf-mushaf yang terbakar atau ayat-ayat yang teronggok di ruangan-ruangan tua berdebu buku. Sebab Al-Quran bukanlah mushaf, Al-Quran adalah semesta, nama di luar kata! Maha benar Allah dengan segala firman-Nya.”
Saya terdiam mendengar kata-kata Tuan Setan yang terakhir, “Tuan Setan, sebenarnya siapakah kamu? Apa agamamu?”
Ia terkekeh, bahunya berguncang, “Akulah yang kau lihat dalam tidurmu: berlarian atau terbang atau tertawa tanpa suara, sesuatu yang lama kau idamkan tetapi lupa kau sapa. Akulah yang membakar Al-Quranmu!”
Ia terus terkekeh, terbatuk, lalu menghilang.
Sumber Dari Sini
Haruskah saya kembali marah dan membakar kitab suci mereka di mana-mana, atau akan lebih baikkah jika saya jawab mereka dengan cinta dan kasih sayang—meneladani Muhammad dengan menunjukkan kepada mereka kebaikan cahaya Al-Quran karena sesungguhnya mereka hanya belum tahu!?
“Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Bacalah!” tiba-tiba suara Tuan Setan datang lagi, “Biarkanlah mereka membakar mushaf sebab Al-Quran bukanlah kertas yang bisa mereka bakar. Bacalah Al-Quran hingga suaranya terdengar oleh hatimu, bergema di seluruh ruang kesadaranmu, maka kau tak akan kecewa mendapati mushaf-mushaf yang terbakar atau ayat-ayat yang teronggok di ruangan-ruangan tua berdebu buku. Sebab Al-Quran bukanlah mushaf, Al-Quran adalah semesta, nama di luar kata! Maha benar Allah dengan segala firman-Nya.”
Saya terdiam mendengar kata-kata Tuan Setan yang terakhir, “Tuan Setan, sebenarnya siapakah kamu? Apa agamamu?”
Ia terkekeh, bahunya berguncang, “Akulah yang kau lihat dalam tidurmu: berlarian atau terbang atau tertawa tanpa suara, sesuatu yang lama kau idamkan tetapi lupa kau sapa. Akulah yang membakar Al-Quranmu!”
Ia terus terkekeh, terbatuk, lalu menghilang.
Sumber Dari Sini
Label:
INFO
|
0
komentar
JANGAN PERNAH BERCITA-CITA JADI ORANG SUKSES
19.43 | Diposting oleh
M
Wah Bagaimana SIH!!!? kita semua harus bermimpi jadi orang sukses dong!!???
Bukannya begitu.... selama ini kita salah menduga, bahwa sukses itu adalah keberhasilan... pencapaian tingkat tinggi, ataupun akhir sebuah usaha.. padahal bukan seperti itu..
Jadi seperti apa ?
Banyak orang yang mengatakan ...
atau ada yang mengatakan
atau ada yang mengatakan..
Tapi tahukah Anda bahwa
Jadi seperti apa ?
Banyak orang yang mengatakan ...
"Makanya belajar yang rajin biar nanti lulus.."
atau ada yang mengatakan
"Berkerjalah dengan sungguh-sungguh dong, kalo sungguh-sungguh Insya Allah sukses"
atau ada yang mengatakan..
"gw pengen cepat-cepat lulus biar cepat cari kerja"
Tapi tahukah Anda bahwa
KESUKSESAN SEJATI BUKANLAH KETIKA TUJUAN KITA TERCAPAI
Makanya,
- kenapa banyak siswa lebih senang selesai sekolah atau istirahat dibandingkan pas waktu belajarnya??
- kenapa banyak siswa yang suka menyontek??
- kenapa banyak orang yang stress ketika dia mengalami kegagalan....
- kenapa banyak orang yang sakit jiwa ketika gagal menjadi Wakil RAkyat saat pemilu??
- Kenapa banyak Orang yang koruptor sekarang ini?
- kenapa banyak orang yang mencuri, menghalalkan segara cara, atau menipu???
KARENA TUJUAN MEREKA ADALAH "YANG PENTING BERHASIL"
Edison
Apa Anda Berpikir Thomas Alfa Edison yang menemukan lampu tujuannya agar dia sukses???
bukan... tujuan dia adalah membuat lampu, bukanlah sukses....
Coba bayangkan, Thomas AE Gagal 999 kali !!!! bahkan dalam versi lain ada yang mengatakan 9999 Kali!!! apa gak stress tuh orang???? tidak.... karena Kesuksesan sejatinya bukan terletak pada hasilnya...
SUMBER : KASKUS
EdisonApa Anda Berpikir Thomas Alfa Edison yang menemukan lampu tujuannya agar dia sukses???
bukan... tujuan dia adalah membuat lampu, bukanlah sukses....
Coba bayangkan, Thomas AE Gagal 999 kali !!!! bahkan dalam versi lain ada yang mengatakan 9999 Kali!!! apa gak stress tuh orang???? tidak.... karena Kesuksesan sejatinya bukan terletak pada hasilnya...
TAPI KARENA DIA MENIKMATI APA YANG SEDANG DIA LAKUKAN
Anda tidak pernah mencapai kesuksesan sesungguhnya sampai Anda menyukai apa yang sedang Anda kerjakan
Anda tidak pernah mencapai kesuksesan sesungguhnya sampai Anda menyukai apa yang sedang Anda kerjakan
Anda kalau belajar Matematika Pusing??? wajar.. karena Anda tidak menikmati pelajarannya...
tapi biasanya karena pengen nilainya bagus, pas sebelum Ujian sistem SKS mode: on tuh siswa (SKS maksudnya Sistem Kebut Semalam)
yang hanya membuat siswa cenderung stress.. atau yang males belajar "mendingan nyontek aja lah..."
kenapa? karena yang mereka kejar adalah "NILAI", seakan-akan "Nilai Bagus = Sukses"
jika dari dulu anda sudah menyukai Matematika.. otomatis kalian sering belajar di waktu luang... dan pas Ujian juga tenang... walaupun berbuat jahat ... paling yang dia lakukan bukanlah "menyontek", tapi "memberi contekan".. kan gitu...
Nah begitu juga dengan berdagang,menjadi DPR, atau jadi Boss... kalau tidak menikmati pekerjaan yang dia lakukan dan lebih menikmati uang yang di dapat... kadang-l\kadang ada keingingan menghalalkan segala cara.. atau kalo tidak... dia mengeluh karena pekerjaannya...
Tapi jika mereka memang menyukai pekerjaan tersebut,
tapi biasanya karena pengen nilainya bagus, pas sebelum Ujian sistem SKS mode: on tuh siswa (SKS maksudnya Sistem Kebut Semalam)
yang hanya membuat siswa cenderung stress.. atau yang males belajar "mendingan nyontek aja lah..."
kenapa? karena yang mereka kejar adalah "NILAI", seakan-akan "Nilai Bagus = Sukses"
jika dari dulu anda sudah menyukai Matematika.. otomatis kalian sering belajar di waktu luang... dan pas Ujian juga tenang... walaupun berbuat jahat ... paling yang dia lakukan bukanlah "menyontek", tapi "memberi contekan".. kan gitu...
Nah begitu juga dengan berdagang,menjadi DPR, atau jadi Boss... kalau tidak menikmati pekerjaan yang dia lakukan dan lebih menikmati uang yang di dapat... kadang-l\kadang ada keingingan menghalalkan segala cara.. atau kalo tidak... dia mengeluh karena pekerjaannya...
Tapi jika mereka memang menyukai pekerjaan tersebut,
- tidak ada yang menghalalkan segala cara, toh dia sudah menyukai kehalalan pekerjaan tersebut...
- tidak ada yang mengeluhkan pekerjaannya sendiri. toh mereka sudah menikmatinya..
- tidak ada yang stress ketika pendapatannya rugi. toh mereka lebih menikmati usahanya daripada hasilnya
Janganlah menjadi Pekerja Keras... tapi jadilah Penikmat Pekerjaan (Bob Sadino)
Bob sadino
Jadikan Hobi Agan Sebagai Pekerjaan yang 'bisa' menghasilkan uang,
Karena JIKA KITA SUDAH MENIKMATINYA..... Fokus, sungguh-sungguh, konsisten dalam pekerjaan, dan masalah2 lainnya akan Kalian hadapi dengan lebih Mudah....
Jadi yang harus diingat adalah:
Nah Pertanyaannya
Bob sadinoJadikan Hobi Agan Sebagai Pekerjaan yang 'bisa' menghasilkan uang,
Karena JIKA KITA SUDAH MENIKMATINYA..... Fokus, sungguh-sungguh, konsisten dalam pekerjaan, dan masalah2 lainnya akan Kalian hadapi dengan lebih Mudah....
Jadi yang harus diingat adalah:
- Kesuksesan sejati bukan terletak pada hasil, melainkan terletak pada proses.
- Kesuksesan sejati bukan sesuatu yang kita dapatkan, tetapi sesuatu yang kita lakukan
- Kesuksesan sejati tidak usah ditunggu di masa mendatang, karena hari ini juga Anda Bisa Sukses!!!!
Jadi... Janganlah sekedar bermimpi untuk Sukses!!! Nikmatilah Apa yang kita Kerjakan... maka otomatis kesuksesan ada di tangan kita...
tapi ingat, ada hobi yang cenderung menuju kebaikan, ada juga yang sebaliknya.... kesuksesan anda semu jika pekerjaannya lebih cenderung menuju keburukan
Nah Pertanyaannya
Apakah Anda sudah menikmati apa yang anda Lakukan Hari ini???
"Bukan Pukulan ke 1000 yang menghancurkan batu, Tapi pukulan ke 1 sampai ke 999 yang membuatnya hancur, dan pukulan terakhir hanya sebagai hasil"
SUMBER : KASKUS
Label:
INFO
|
0
komentar
SEJARAH PERKEMBANGAN KOMPUTER
16.05 | Diposting oleh
M
a. computer analog pertama
adalah differential analyzer yang dibuat oleh Dr. Vanner Bush dari insitut teknologi massachussts pada tahun 1890-1974.
b. Computer digital pertama
Computer abc adalah computer digital pertama. nama attanasoff dan berry diambil dari pembuatnya yaitu bjhon v. attanasoff dan Clifford berry dibuat pada tahun 1938-1942. computer pertama yang menggunakan tabung hampa udara.
c. computer otomatis pertama
computer otomatis pertama dibuat oleh IBM tahun 1944 yang diciptakan oleh prof. howard aiken yng diberi nama Harvard mark 1, computer ini mempunyai kemampuan untuk mampu melakukan perhitungan matematika dan logika secara otomatis. Harvard mampu melakukan perhitungan matematika berupa penambahan dan pengurangan sebanyak 23 digit dalam waktu 0,3 detik dan perkalian 23 digit dalam waktu 6 detik.
d. genarasi pertama (1946-1959)
yang termasuk computer generasi pertama adalah sebagai berikut:
1. ENIAC
Pada tahun 1946 dibuat computer genersi pertama oleh Dr. jhon W.maucly yang diberi nama ENIAC (electronic numerical integrator analyzer and computer). Computer ini dibuat dengan tujuan untuk memecahkan kode-kode dalam menghitung sasaran target bom yang akan dijatuh kan oleh angkatan laut amerika (US. ARMY) pada perang dunia ke 2. computer ini berukuran sangat besar yaitu 500 m² dengan volume 105 m³.
2. HARVARD MARK 2 DAN HARVARD MARK 3
HARVARD MARK 2 dibuat pada tahun 1947. HARVARD MARK 2 merupakan kelanjutan dari Harvard mark sebelumnya yang memiliki kemampuan 12kali lebih besar dari sebelumnya. HARVARD MARK 3 dibuat pada tahun 1949 yang menggunakan memori drum magnetic.
3. EDSAC (Electronik delayed Storage Automatic Computer)
EDSAC dibuat pada tahun 1940 dan mulai dioperasikan tahun 1949 di Universitas Cambridge inggris. Computer ini di buat oleh jhon von Neumann, a. W Burks, dan H.H. goldstine. Computer ini bersifat stored program.
4. UNIVAC (Universal Automatic computer)
UNIVAC 1 dibuat oleh sperry rand corporation tahun 1951. UNIVAC 1 adalah computer pertama yang menggunakan pita magnetic sebagai piranti masukan dan keluaran.
5. IBM650
Computer ini dibuat pada tahun 1954 oleh perusahaan IBM dengan seri IBM 650 dan merupakan computer yang sangat popular pada masa itu.
6. RAMAC C 305
Computer ini sudah menggunakan simpanan luar berbentuk disc. Simpanan luar yang digunakan sudah mencapai 50 disk magnetic yang dapat menyimpan 5 juta karakter.
Ciri- ciri computer generasi pertama :
1. menggunakan tabung hampa udara untuk sirkuitnya.
2. program hanya bisa dibuat dengan bahasa mesin.
3. ukuran fisik sangat besar, sehingga memerlukan tempat yang luas.
4. cepat panas sehingga diperlukan alat pendingin .
5. proses lambat.
6. kapasitas kemampuan sedikit.
7. membutuhkan daya listrik yang besar.
8. aplikasi terbatas.
Harvard mark 2,IBM selective Electronik calculator, EDSAC, harvard mark 3, ACE, SEC, UNIVAC adalh komputer komputer yang termasuk dalam kategori generasi pertama.
e. Generasi kedua (1959-1964)
yang termasuk kategori ini adalah PDP-I, PDP-8, UNIVAC 3, UNIVAC SS80, UNIVAC 1107, Burroghts 200, IBM 7070, IBM 7080, IBM 1400.
Ciri-ciri komputer gnerasi kedua:
1. sudah menggunakan transistor untuk sirkuitnya, sehingga mempunyai ukuran fisik yang lebih kecil.
2. Menggunakan program bahasa tingkat tinggi seperti FORTRON, COBOL, dan ALGOL.
3. Kapasitas memori cukup besar karna dapat menyimpan ribuan karakter.
4. Menggunakan simpanan kuar magnetic disc Yang ber bentuk removable disk atau disc pack.
5. Mempunyai kemempuan real time dan real sharing.
6. Proses operasi lebih cepat.
7. Membutuhkan daya yang lebih kecil.
8. Aplikasi yang lebih luas.
f. generasi ketiga (1964-1970)
contoh komputer generasi ketiga adalah: IBM S/360, NOVA, UNIVAC 1108, UNIVAC 9000, NCR, GE 600, GE 235, CDC 3000, dan CDC 6000.
Ciri-ciri komputer generasi ketiga adalah:
1. Menggunakan IC (integrated circuit) untuk sirkuitnya.
2. Terdapat peningkatan terutama pada software.
3. Proses pengolahan data lebih cepat dan akurat.
4. Mempunyai kapasitas memori yang lebih besar dari generasi sebelumnya.
5. Menggunakan penyimpanan luar yang bersifat random acces dengan disc magnetic yang berkapasitas lebih besar.
6. Daya lebih hemat.
7. Menggunakan multi processing.
8. Menggunakan visul display yang dapat menampilkan gambar atau grafik.
9. Mempunyai harga yang murah.
10. Dapat melakukan komunikasi antar komputer.
g. Generasi keempat (1979-sekarang)
ciri-ciri komputer generasi keempat adalah:
1. Berukuran lebih kecil.
2. Harganya relatif murah.
3. Munculnya PC (personal computer).
4. Terdapat aplikasi yang semakin lengkap.
5. Menggunakan teknologi Very large scale integrated circuit (VLSIC) yang menggunakan teknologi ratusan hingga jutaan transistor.
6. Menggunakan chip yang bernama microproccessor.
Komputer yang termasuk dalam kategori ini adalah mikro altair buatan MITS, Cray-1, apple 2, Radio shack, commodore, dekstop komputer buatan xerox corporation yang menggunakan mouse, IBM PC/XT, IBM PC/AT, machintosh, IBM PS/2.
h. Generasi kelima
komputer generasi kelima sedang dalam pengembangan. Negara yang berambisi untuk mengem bangkannya dalah jepang dengan mendirikan sebuah lembaga pengembangan komputer yang diberi nama Institude for new computer technology (ICOT), jepang bersungguh-sungguh untuk mengembang kan computer generasi kelima, komputer generasi ini dilengkaoi dengan menggunakan teknologi very large scale interation (VLSI).
adalah differential analyzer yang dibuat oleh Dr. Vanner Bush dari insitut teknologi massachussts pada tahun 1890-1974.
b. Computer digital pertama
Computer abc adalah computer digital pertama. nama attanasoff dan berry diambil dari pembuatnya yaitu bjhon v. attanasoff dan Clifford berry dibuat pada tahun 1938-1942. computer pertama yang menggunakan tabung hampa udara.
c. computer otomatis pertama
computer otomatis pertama dibuat oleh IBM tahun 1944 yang diciptakan oleh prof. howard aiken yng diberi nama Harvard mark 1, computer ini mempunyai kemampuan untuk mampu melakukan perhitungan matematika dan logika secara otomatis. Harvard mampu melakukan perhitungan matematika berupa penambahan dan pengurangan sebanyak 23 digit dalam waktu 0,3 detik dan perkalian 23 digit dalam waktu 6 detik.
d. genarasi pertama (1946-1959)
yang termasuk computer generasi pertama adalah sebagai berikut:
1. ENIAC
Pada tahun 1946 dibuat computer genersi pertama oleh Dr. jhon W.maucly yang diberi nama ENIAC (electronic numerical integrator analyzer and computer). Computer ini dibuat dengan tujuan untuk memecahkan kode-kode dalam menghitung sasaran target bom yang akan dijatuh kan oleh angkatan laut amerika (US. ARMY) pada perang dunia ke 2. computer ini berukuran sangat besar yaitu 500 m² dengan volume 105 m³.
2. HARVARD MARK 2 DAN HARVARD MARK 3
HARVARD MARK 2 dibuat pada tahun 1947. HARVARD MARK 2 merupakan kelanjutan dari Harvard mark sebelumnya yang memiliki kemampuan 12kali lebih besar dari sebelumnya. HARVARD MARK 3 dibuat pada tahun 1949 yang menggunakan memori drum magnetic.
3. EDSAC (Electronik delayed Storage Automatic Computer)
EDSAC dibuat pada tahun 1940 dan mulai dioperasikan tahun 1949 di Universitas Cambridge inggris. Computer ini di buat oleh jhon von Neumann, a. W Burks, dan H.H. goldstine. Computer ini bersifat stored program.
4. UNIVAC (Universal Automatic computer)
UNIVAC 1 dibuat oleh sperry rand corporation tahun 1951. UNIVAC 1 adalah computer pertama yang menggunakan pita magnetic sebagai piranti masukan dan keluaran.
5. IBM650
Computer ini dibuat pada tahun 1954 oleh perusahaan IBM dengan seri IBM 650 dan merupakan computer yang sangat popular pada masa itu.
6. RAMAC C 305
Computer ini sudah menggunakan simpanan luar berbentuk disc. Simpanan luar yang digunakan sudah mencapai 50 disk magnetic yang dapat menyimpan 5 juta karakter.
Ciri- ciri computer generasi pertama :
1. menggunakan tabung hampa udara untuk sirkuitnya.
2. program hanya bisa dibuat dengan bahasa mesin.
3. ukuran fisik sangat besar, sehingga memerlukan tempat yang luas.
4. cepat panas sehingga diperlukan alat pendingin .
5. proses lambat.
6. kapasitas kemampuan sedikit.
7. membutuhkan daya listrik yang besar.
8. aplikasi terbatas.
Harvard mark 2,IBM selective Electronik calculator, EDSAC, harvard mark 3, ACE, SEC, UNIVAC adalh komputer komputer yang termasuk dalam kategori generasi pertama.
e. Generasi kedua (1959-1964)
yang termasuk kategori ini adalah PDP-I, PDP-8, UNIVAC 3, UNIVAC SS80, UNIVAC 1107, Burroghts 200, IBM 7070, IBM 7080, IBM 1400.
Ciri-ciri komputer gnerasi kedua:
1. sudah menggunakan transistor untuk sirkuitnya, sehingga mempunyai ukuran fisik yang lebih kecil.
2. Menggunakan program bahasa tingkat tinggi seperti FORTRON, COBOL, dan ALGOL.
3. Kapasitas memori cukup besar karna dapat menyimpan ribuan karakter.
4. Menggunakan simpanan kuar magnetic disc Yang ber bentuk removable disk atau disc pack.
5. Mempunyai kemempuan real time dan real sharing.
6. Proses operasi lebih cepat.
7. Membutuhkan daya yang lebih kecil.
8. Aplikasi yang lebih luas.
f. generasi ketiga (1964-1970)
contoh komputer generasi ketiga adalah: IBM S/360, NOVA, UNIVAC 1108, UNIVAC 9000, NCR, GE 600, GE 235, CDC 3000, dan CDC 6000.
Ciri-ciri komputer generasi ketiga adalah:
1. Menggunakan IC (integrated circuit) untuk sirkuitnya.
2. Terdapat peningkatan terutama pada software.
3. Proses pengolahan data lebih cepat dan akurat.
4. Mempunyai kapasitas memori yang lebih besar dari generasi sebelumnya.
5. Menggunakan penyimpanan luar yang bersifat random acces dengan disc magnetic yang berkapasitas lebih besar.
6. Daya lebih hemat.
7. Menggunakan multi processing.
8. Menggunakan visul display yang dapat menampilkan gambar atau grafik.
9. Mempunyai harga yang murah.
10. Dapat melakukan komunikasi antar komputer.
g. Generasi keempat (1979-sekarang)
ciri-ciri komputer generasi keempat adalah:
1. Berukuran lebih kecil.
2. Harganya relatif murah.
3. Munculnya PC (personal computer).
4. Terdapat aplikasi yang semakin lengkap.
5. Menggunakan teknologi Very large scale integrated circuit (VLSIC) yang menggunakan teknologi ratusan hingga jutaan transistor.
6. Menggunakan chip yang bernama microproccessor.
Komputer yang termasuk dalam kategori ini adalah mikro altair buatan MITS, Cray-1, apple 2, Radio shack, commodore, dekstop komputer buatan xerox corporation yang menggunakan mouse, IBM PC/XT, IBM PC/AT, machintosh, IBM PS/2.
h. Generasi kelima
komputer generasi kelima sedang dalam pengembangan. Negara yang berambisi untuk mengem bangkannya dalah jepang dengan mendirikan sebuah lembaga pengembangan komputer yang diberi nama Institude for new computer technology (ICOT), jepang bersungguh-sungguh untuk mengembang kan computer generasi kelima, komputer generasi ini dilengkaoi dengan menggunakan teknologi very large scale interation (VLSI).
Label:
INFO
|
0
komentar
BIJJU
05.27 | Diposting oleh
M
Dalam legenda jepang ada yang disebut dengan bijju. bijju adalah setan raksasa berbentuk hewan. Legenda ini kemudian di adaptasi dalam kisah naruto karya masashi kisimoto. dalam cerita naruto, bijju adalah chakra monster yang kemudian di beri bentuk fisik menyerupai binatang. ada 9 ekor bijju dalam cerita naruto yang dibedakan dengan jumlah ekornya, yang terbagi dari ekor 1-9. bijju dipakai sebagai senjata perang antar ninja pada zaman hokage 1. namun bijju disebarkan ke 5 desa ninja sebagai perjanjian damai. bijju kemudian dimasukan kedalam tubuh manusia yang disebut jhincuuriki atau host. bijju akan memberikan kekuatan yang luarbiasa pada jhincuuriki, namun kekuatan itu ada efek sampingnya berupa kucilan dari orang-orang, sehingga para jhincuuriki di benci orang-orang dan di anggap monster.
Berikut adalah bijju dalan kisah naruto:
-ekor 1
bijju ekor 1 adalah sukaku dan merupakan jenis anjing racoon. sukaku dimasukan kedalam tubuh gara ketika ia dilahirkan. sukaku akan memberikan kekuatan berupa pengendalian pasir untuk bertarung. sukaku akan bangkit jika gara tertidur.
-ekor 2
ekor 2 adalah nibi yang merupakan jenis kucing. nibi dimasukan kedalam tubuh seorang gadis bernama yugito dari desa cloud. kekuatannya adalah dapat mentransformasikan sepenuhnya menjadi bijju dan dapat mengeluarkan bola api dari mulutnya. jhincuuriki ini tidak dibenci orang-orang sebagaimana yang dialami jhincuuriki lain.
-ekor3
bijju ekor 3 adalah sanbi yang merupakan jenis kura-kura besar. bijju ini tidak memiliki host sehingga ia lebih lemah.
-ekor 4
bijju ekor 4 ini belum diketahui asal-usulnya. namun bijju ini telah diambil oleh kisame.
-ekor 5
bijju ekor 5 adalah houkou yang merupakan jenis anjin.
-ekor 6
bijju ini adalah raijju. iblis ini masih belum diketahui asal-usulnya.
-ekor 7
bijju ini adalah kaku. bijju ini juga belum diketahui asal-usulnya, namun bijju ini adalah bijju terkecil.
-ekor 8
ekor 8 ini adalah hacibi. ia adalah iblis yang melambangkan kejahatan.
-ekor 9
ekor 9 adalah kyuubi. ia adalah iblis musang, kyuubi ini pernah menghancurkan konoha, namun hokage ke 4 mengorbankan dirinya untuk menyegel kyuubi di dalam tubuh naruto. kekuatan kyuubi sangat besar dan akan muncul jika naruto marah.
Berikut adalah bijju dalan kisah naruto:
-ekor 1
bijju ekor 1 adalah sukaku dan merupakan jenis anjing racoon. sukaku dimasukan kedalam tubuh gara ketika ia dilahirkan. sukaku akan memberikan kekuatan berupa pengendalian pasir untuk bertarung. sukaku akan bangkit jika gara tertidur.
-ekor 2
ekor 2 adalah nibi yang merupakan jenis kucing. nibi dimasukan kedalam tubuh seorang gadis bernama yugito dari desa cloud. kekuatannya adalah dapat mentransformasikan sepenuhnya menjadi bijju dan dapat mengeluarkan bola api dari mulutnya. jhincuuriki ini tidak dibenci orang-orang sebagaimana yang dialami jhincuuriki lain.
-ekor3
bijju ekor 3 adalah sanbi yang merupakan jenis kura-kura besar. bijju ini tidak memiliki host sehingga ia lebih lemah.
-ekor 4
bijju ekor 4 ini belum diketahui asal-usulnya. namun bijju ini telah diambil oleh kisame.
-ekor 5
bijju ekor 5 adalah houkou yang merupakan jenis anjin.
-ekor 6
bijju ini adalah raijju. iblis ini masih belum diketahui asal-usulnya.
-ekor 7
bijju ini adalah kaku. bijju ini juga belum diketahui asal-usulnya, namun bijju ini adalah bijju terkecil.
-ekor 8
ekor 8 ini adalah hacibi. ia adalah iblis yang melambangkan kejahatan.
-ekor 9
ekor 9 adalah kyuubi. ia adalah iblis musang, kyuubi ini pernah menghancurkan konoha, namun hokage ke 4 mengorbankan dirinya untuk menyegel kyuubi di dalam tubuh naruto. kekuatan kyuubi sangat besar dan akan muncul jika naruto marah.
Label:
INFO
|
0
komentar
MESIN 4 STROKE (bensin)
20.57 | Diposting oleh
M
Mesin 4 stroke atau 4 langkah adalah mesin yg memiliki 4 langkah piston, yaitu:
1. langkah hisap
pada langkah ini piston akan bergerak menuju titik mati bawah dg menghisap bensin yg keluar dari katup masuk. pada saat itu katup masuk terbuka.
2. langkah krompresi
pada langkah ini piston naik keatas menuju titik mati atas kemudian bahan bakar dikompresikan oleh piston ke kepala silinder pada langkah ini semua katup menutup.
3. langkah tenaga
pada langkah ini piston akan bergerak menuju titik mati bawah karna adanya ledakan yg hebat akibat dari bahan bakar yg dikompresikan mendapat percikan bunga api dari busi sehingga terjadi ledakan.
4. langkah buang
pada langkah ini piston naik menuju titik mati atas dg mendorong gas sisa pembakaran keluar melalui katup buang. pada saat itu katup buang terbuka.
Dari keempat langkah tsb akan menghasilkan 2 putaran penuh poros engkol.
1. langkah hisap
pada langkah ini piston akan bergerak menuju titik mati bawah dg menghisap bensin yg keluar dari katup masuk. pada saat itu katup masuk terbuka.
2. langkah krompresi
pada langkah ini piston naik keatas menuju titik mati atas kemudian bahan bakar dikompresikan oleh piston ke kepala silinder pada langkah ini semua katup menutup.
3. langkah tenaga
pada langkah ini piston akan bergerak menuju titik mati bawah karna adanya ledakan yg hebat akibat dari bahan bakar yg dikompresikan mendapat percikan bunga api dari busi sehingga terjadi ledakan.
4. langkah buang
pada langkah ini piston naik menuju titik mati atas dg mendorong gas sisa pembakaran keluar melalui katup buang. pada saat itu katup buang terbuka.
Dari keempat langkah tsb akan menghasilkan 2 putaran penuh poros engkol.
Label:
INFO
|
0
komentar
Langganan:
Komentar (Atom)